Cimahi, — Gardanusantaranews,com/Minggu(02/08/2026)
Dunia otomotif Kota Cimahi memasuki babak baru. Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Cimahi kini resmi berstatus sebagai Pengurus Cabang (Pengcab) setelah kepengurusan masa bakti 2026–2031 dilantik oleh Ketua Pengurus Provinsi IMI Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Sabtu (1/8/2026).
Perubahan status dari Koordinator Wilayah (Korwil) menjadi Pengurus Cabang menjadi momentum penting yang menandai kemandirian IMI Kota Cimahi dalam mengelola organisasi, membina olahraga otomotif, serta mengembangkan potensi para pegiat otomotif di daerah. Kepengurusan periode 2026–2031 dipimpin oleh Emmawan Bayu Siswoyo.
Prosesi pelantikan dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi Ahmad Nuryana yang mewakili Wali Kota Cimahi, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD Kota Cimahi, Kepala Disbudparpora Dani Bastiani, Kepala Dinas Perhubungan Endang, jajaran Polres Cimahi, Kodim 0609/Cimahi, KONI Kota Cimahi, serta berbagai komunitas otomotif.
Dalam sambutannya, Ketua IMI Jawa Barat yang juga Anggota DPR RI Komisi V, Daniel Mutaqien Syafiuddin, menyebut peningkatan status IMI Kota Cimahi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan organisasi agar mampu bekerja lebih profesional, mandiri, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Daniel, dengan status Pengcab, IMI Kota Cimahi kini memiliki kewenangan dan rumah tangga organisasinya sendiri sehingga lebih leluasa menyusun program pembinaan, mengembangkan talenta otomotif, serta memperkuat prestasi di tingkat regional maupun nasional.
Ia menegaskan, peran IMI tidak terbatas pada penyelenggaraan olahraga balap semata. Organisasi tersebut juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membina para pelaku balap liar agar beralih ke arena kompetisi resmi yang menjunjung tinggi keselamatan, disiplin, dan sportivitas.
“Potensi anak-anak muda di dunia otomotif sangat besar. Mereka harus diarahkan ke jalur yang benar agar mampu berprestasi sekaligus mengurangi praktik balap liar yang membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Selain pembinaan olahraga, Daniel juga mendorong agar sektor otomotif mampu dikembangkan sebagai bagian dari automotive tourism atau wisata otomotif. Menurutnya, berbagai kegiatan otomotif dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui penyelenggaraan event-event berkualitas.
Sementara itu, Ketua Pengcab IMI Kota Cimahi Emmawan Bayu Siswoyo menegaskan komitmennya membangun ekosistem otomotif yang aman, sehat, edukatif, dan berorientasi pada prestasi.
Ia menilai olahraga otomotif bukan hanya soal kecepatan, melainkan juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui nilai disiplin, tanggung jawab, sportivitas, serta budaya keselamatan berkendara.
Emmawan mengatakan pihaknya akan memfokuskan pembinaan generasi muda agar meninggalkan budaya balap liar dan beralih ke lintasan resmi yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi serta mengharumkan nama Kota Cimahi di tingkat provinsi hingga nasional.
Selain itu, IMI Kota Cimahi juga akan memperluas program edukasi keselamatan berlalu lintas bagi komunitas otomotif, meningkatkan kegiatan sosial kemasyarakatan, serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Cimahi, aparat keamanan, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun dunia otomotif yang lebih tertib, produktif, dan berdaya saing.
Dengan resmi berdirinya Pengcab IMI Kota Cimahi, harapan besar pun muncul agar organisasi ini tidak hanya menjadi wadah para pecinta otomotif, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak lahirnya pembalap-pembalap berprestasi sekaligus menciptakan budaya berkendara yang aman, tertib, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Achmad Syafei




