Kawasan Statregis Toga Tempat PKL Meraup Rupiah Terlihat Kumuh Seakan Tak Bertuan

0
5

LUMAJANG – Gardanusantaranews,com/30-07-2026/Jika anda ingin melihat fakta dan pemandangan yang tak elok serta kumuh sekali-kali bermainlah dan ngopi di kawasan Toga Selatan (Jalan Katamso) Lumajang. Maka anda akan melihat sampah-sampah Liar yang berserakan dimana mana bagaikan tak bertuan, Bukan hanya sampah daun yang terlihat namun juga sampah plastik, kertas, dan sampah lainnya. Padahal kawasan tersebut termasuk kawasan perkotaan.

Sekilas, memang sepertinya tidak ada yang peduli untuk memungut dan membersihkan sampah-sampah tersebut. Baik pemilik toko yang berjejer di sebelah timur atas maupun PKL pemilik rombong di depan dan pinggir jalan.

Bukan hanya itu, saja rumput-rumput liar juga tumbuh subur. Rombong penjual yang tutup dipenuhi debu-debu jalanan pun bersarang liar.
Mengkhiasi kios -kios yang di tinggalkan oleh pemiliknya penuh debu dan sekitarnya ditumbuhi bayam dan rumput liar. Rombong rombong dibiarkan begitu saja.

Iklan

Tong sampah yang tersedia pun tidak terlihat. Parahnya, menurut Bu Sol, kondisi ini tidak hanya berlangsung satu dua hari, akantetapi sudah berbulan bulan lamanya, bahkan sampai tahunan.

“Sudah lama mas. Saya seringkali ikut bersih bersih. Tapi capek juga kalau pemiliknya sendiri tidak peduli dan ikut serta, membersihkan. Sedangkan petugas kebersihan dari DLH hanya nyapu bagian pinggir jalan sesuai tugasnya. Gak sampai ke dekat rombong gerobak yang kosong dan kotor, apalagi sampai mencabuti tanaman liar”, Jelas Ibu Sol, salah seorang pemilik warung Toga saat ditemui media ini, Kamis, 30 Juli 2026.

Iklan

Perlu diketahui, di kawasan ini ada puluhan PKL yang mangkal di pinggir-pinggir jalan dan pertokoan di sebelah timur atas, dan beberapa di antaranya tutup. Meskipun posisi PKL ini tidak permanen, mereka tetap dikenakan retribusi setiap hari. Besarannya Rp. 2.000/ per hari.

“Kita selalu ditariki karcis setiap hari, dua ribu rupiah per PKL. Kita rutin  bayar tapi tak pernah ada niat pembenahan maupun bantuan apapun. Biasanya kita didatangi petugas pas ada penilaian kebersihan agar ditutup sementara. Tidak boleh jualan.,”tuturnya.

Sebenarnya para pemilik kios ingin usul kepada pemerintah daerah agar PKL di kawasan ini ditata lebih rapi dan bersih. Tapi para PKL mengaku kebingungan kemanan dan ke siapa dia mau usul.

“Saya punya usulan bagaimana rombongnya diseragamkan. Lokasinya ditata lebih rapi. Semua diseragamkan tempat jualannya sama pemerintah.  Nanti di setiap PKL dikasik tong sampah. Disediakan sapu lidi.  Tapi siapa yang bisa melakukan ini?”, keluhnya dengan nada bertanya.(Djk.P)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini