RW 11 Jogotrunan Bangkit dengan Sejuta Inovasi dalam Pemanfaatan Lahan Kosong

0
6

Lumajang, Gardanusantaranews – RW 11 Jogotrunan, Kecamatan Lumajang, terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan gizi masyarakat. Berbagai inovasi yang dilakukan menjadikan kawasan yang dikenal sebagai Kampung Bayam Brasil ini sebagai contoh lingkungan yang produktif, bersih, dan mandiri.

Meski berada di kawasan padat penduduk, RW 11 mampu menghadirkan lingkungan yang asri dan nyaman. Aneka tanaman yang tumbuh subur menghiasi setiap sudut kampung, didukung pengelolaan Pawon Urip, urban farming, serta pemanfaatan lahan kosong yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ketua RW 11 sekaligus Ketua ProKlim Kampung Bayam Brasil, Cak Eko, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut berawal dari kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Iklan

“Lingkungan yang bersih berasal dari kesadaran masing-masing warga. Tugas kami sebagai pengurus hanya memberikan motivasi, arahan, dan memfasilitasi agar semua program dapat berjalan sesuai harapan bersama,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).

Ia bersyukur karena semakin banyak warga yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran serta membudidayakan ikan hias maupun ikan konsumsi. Hasilnya tidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Dalam pengelolaan sampah, RW 11 juga telah mengembangkan berbagai program inovatif, seperti bank sampah, bank minyak jelantah, komposter rumah tangga, serta produksi kompos dan pupuk organik cair. Program tersebut mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.

Iklan

Urban farming terus diperluas dengan menanam berbagai komoditas pangan seperti cabai, tomat, terong, dan aneka sayuran lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Sementara itu, kader komposter RW 11, Chotim, menjelaskan bahwa edukasi mengenai pemanfaatan sampah organik terus dilakukan kepada seluruh warga.

“Warga aktif mengumpulkan limbah rumah tangga seperti sisa sayuran, buah-buahan, kulit buah, hingga kulit bawang untuk diolah menjadi kompos dan pupuk organik cair. Hasilnya dimanfaatkan untuk tanaman, bahkan sebagian dijual sehingga menambah pendapatan,” jelasnya.

Tidak hanya unggul di bidang lingkungan, RW 11 juga berhasil mengembangkan sektor UMKM. Salah satu produk unggulannya adalah keripik Bayam Brasil yang memiliki cita rasa renyah dan gurih serta telah dikenal masyarakat. Selain itu, warga juga memproduksi minuman herbal bunga telang yang kini menjadi salah satu produk khas Kampung Bayam Brasil.

Cak Eko berharap semangat inovasi dan kreativitas masyarakat terus tumbuh sehingga mampu mendorong perkembangan UMKM berbasis potensi lingkungan.

“Mari kita majukan UMKM dengan memanfaatkan potensi tumbuhan di sekitar kita. Dengan ide, kreativitas, dan kemauan untuk berusaha, insyaallah akan lahir hasil yang istimewa,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini