Masjid Aschabul Kahfi yang Dikenal Masjid Perut Bumi

0
63

TUBAN – Pecinta wisata religi belum afdol rasanya, jika belum mengunjungi masjid Aschabul Kahfi atau kerap dikenal dengan sebutan masjid perut bumi.

Masjid yang berlokasi di Kelurahan Gedungombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban ini, selalu ramai dikunjungi sebagai tujuan wisata religi.

Sesuai namanya, seluruh bangunan masjid yang berada sekitar 20 meter di bawah permukaan tanah, atau tepatnya dalam sebuah gua alam.

Pengunjung tak perlu khawatir, ambrol karena dinding atapnya telah diperkuat dengan beton. Untuk menghilangkan kesan seram, sejumlah lampu warna warni di pasang disudut dan atap gua.

Bahkan kaligrafi dan hiasan batu marmer juga dipasang untuk menambah indah pemandangan.

Eksotisme masjid perut bumi, makin mampu menyedot banyak pengunjung, terutama saat liburan atau pada bulan bulan tertentu.

Indahnya pemandangan bawah tanah, dapat menjadi pelepas penat dan lelah selama menempuh perjalanan panjang.

Selain berdo’a dan istighosah bersama, pengunjung juga bisa berfoto bersama keluarga di tempat ini.

“Tentu ini pengalaman yang luar biasa. Interiornya sangat berbeda. Apalagi masjid ini berada di bawah tanah dan desainnya memiliki kesan tersendiri. Selain interiornya yang sangat unik, ternyata banyak sekali sejarah yang ada di masjid ini,” kata Witra, salah seorang pengunjung dari Lamongan, Selasa (18/2/2025).

Menurut informasinya, masjid perut bumi dibangun tahun 2002 silam. Sebelumnya, gua ini merupakan sebuah lokasi pembuangan sampah.

Setelah dibersihkan, kemudian dibangun masjid secara bertahap hingga menjadi seperti sekarang. Namun pada musim penghujan, masjid tidak dat digunakan karena basah terkena resapan air dari atas.

Diwaktu tertentu, pengunjung yang datang bisa mencapai 30 bus rombongan dari berbagai daerah diantaranya Jawa Barat, Banten, Madura hingga Sumatra. Bahkan sejumlah touris asing juga sering berkunjung ke sini.

“Sampah yang dulunya ada di gua, selama 18 bulan dibersihkan sedikit demi sedikit hingga terbentuklah masjid di bawah tanah. Proses pengerjaannya mulai tahun 2002 sampai sekarang belum selesai,” kata Darwis, pengurus masjid bawah tanah tersebut. (red/bam)