Oleh: Masduki
Salah seorang mahasiswa Universitas Mataram yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditanya mengenai pemilu 2024 memilih siapa? Dia menjawab memilih Prabowo. Nah sekarang ada gerakan tajuk “Indonesia Gelap” dan Tagar Kabur Aja Dulu, itu apa yang ditujukan?
Dia mengatakan. gerakan ini bukan aksi kita memilih Prabowo dan diimplementasikan dalam gerakannya. Ini adalah salah satu kencitaan kita sebagai mahasiswa dan anak muda. Kita benar benar mencintai bangsa kita. Kalau kita tidak bergerak, maka siapa lagi yang akan menyuarakan keberpihakan kita, kata dia.
Maka, mengapa kita mengangkat tajuk “Indonesia Gelap”, kita khawatir dari pembacaan pembacaan dan analisis kita, Indonesia ini terbawa arus bagaimana krisis ekonomi dan sebagainya.
Sehingga barangkali momentum hari ini, saya rasa tepat untuk kita suarakan sebelum hal itu terjadi. Itulah kenapa kita bertindak hari ini.
Okey. “Indonesia Gelap” dan tagar kabur aja dulu, itu sesuatu yang di orketrasi mahasiswa atau siapa?
Tajuk “Indonesia Gelap” ini di inisiasi oleh gerakan gerakan mahasiswa. Kemudian anak anak muda mengimplementasikan bahwa Indonesia kita gelap. Maka kita kabur aja. Nah itulah makanya kenapa itu menjadi tranding sekarang, kalau melihat dari bahasanya pengimentlasiannya yang gelap.
Seberapa gelap Indonesia ini sich?
Kebijakan ini yang gelap. Artinya, ketika di atas terang, tapi masyarakat masyarakat bawah masih gelap. Contoh, bagaimana kebijakan dihaturkan tentang bagaimana pemotongan anggaran.
Pemotongan anggaran disampaikan oleh pemerintah dan itu disampaikan di media, itu relevan dengan bagaimana pemangkasan pemangkasan yang relatif. Namun di bawah, dominonya begitu besar. Masyarakat awam tidak faham, ini akan berdampak tentang kekurangan gaji kita, kekurangan sup makan kita dan UKM UKM bawah menjadi resah. Kenapa kita mengangkat bahwa gelapnya satu sisi Indonesia kita.
Begitu juga tentang sektor hukum kita gelap, bagaimana korupsi yang diusut juga gelap, kemudian juga kebijakan kebijakan ekonomi gelap, sistem pendidikan kita juga gelap.
Dan bagaimana tranparansi pajak dari rakyat, itu disampaikan ke rakyat itu masih gelap. Ada yang terang nggak? Yang terang itulah yang kita anggap gelap. (duk)


