CIMAHI, Rabu (24/06/2026) Pemerintah Kota Cimahi terus berinovasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda), Pemkot Cimahi meluncurkan dua layanan baru, Pojok Bunda Literasi dan Mini Bioskop, di Perpustakaan Umum Kota Cimahi, Jalan Pacinan No. 19, Kecamatan Cimahi Tengah, Selasa (23/6/2026).
Peluncuran inovasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Buku Nasional, Hari Kearsipan Nasional, dan Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi. Kegiatan dihadiri Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Bunda Literasi Kota Cimahi Midjiati Ningsih, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji, Kepala Disarpusda Kota Cimahi Dyah Ajuni Lukitosari, jajaran perangkat daerah, camat, lurah, pelajar, komunitas literasi, serta sejumlah tamu undangan.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan koleksi buku, melainkan harus mampu bertransformasi menjadi ruang belajar yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Langkah ini dilakukan agar anak-anak gemar membaca dan tidak melupakan budayanya melalui berbagai aktivitas literasi yang ada di perpustakaan,” ujar Ngatiyana.
Menurutnya, peningkatan budaya literasi harus diiringi dengan berbagai inovasi layanan yang mampu menarik minat anak-anak untuk datang ke perpustakaan. Kehadiran Mini Bioskop yang menayangkan film-film edukatif dinilai menjadi salah satu pendekatan baru agar proses belajar berlangsung lebih menarik.
“Anak-anak harus merasa senang ketika datang ke perpustakaan. Dengan pendekatan yang kreatif dan edukatif, mereka akan lebih tertarik membaca sekaligus belajar,” katanya.
Ngatiyana juga menekankan bahwa pembangunan Kota Cimahi tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di tengah keterbatasan sumber daya alam, menurutnya, kekuatan utama Kota Cimahi terletak pada kreativitas masyarakatnya.
Ia mengapresiasi pesatnya perkembangan industri kreatif dan animasi di Kota Cimahi yang telah melahirkan berbagai karya berkualitas dan mampu dikenal secara luas.
“Kami memang tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi kami memiliki sumber daya manusia yang kreatif. Industri animasi dan ekonomi kreatif menjadi salah satu kekuatan Kota Cimahi yang harus terus dikembangkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disarpusda Kota Cimahi Dyah Ajuni Lukitosari mengatakan peluncuran Pojok Bunda Literasi dan Mini Bioskop merupakan bagian dari transformasi layanan perpustakaan agar menjadi ruang publik yang lebih ramah, inspiratif, dan diminati masyarakat.
Menurut Dyah, Mini Bioskop dirancang sebagai media edukasi yang menyenangkan, terutama bagi anak-anak. Pada tahap awal, layanan tersebut akan beroperasi dua kali dalam sepekan dengan kapasitas sekitar 25 pengunjung setiap sesi.
“Mini Bioskop ini kami hadirkan agar anak-anak memiliki pengalaman baru saat berkunjung ke perpustakaan. Harapannya mereka tidak hanya menonton film edukatif, tetapi juga terdorong untuk membaca dan memanfaatkan berbagai layanan perpustakaan,” ujarnya.
Untuk mendukung layanan tersebut, Disarpusda bekerja sama dengan PT Ayena Mandiri Sinema (Ayena Studio). Film animasi Super Neli menjadi tayangan perdana yang diputar bagi para pengunjung. Ke depan, Disarpusda berencana memperluas kerja sama dengan berbagai rumah produksi agar pilihan konten edukatif semakin beragam.
Pada tahap awal, layanan Mini Bioskop diprioritaskan bagi kunjungan pelajar, khususnya siswa sekolah dasar yang mengikuti program pendampingan perpustakaan sekolah. Jadwal pemutaran dan mekanisme pendaftaran akan diumumkan melalui media sosial resmi Disarpusda Kota Cimahi.
Selain menghadirkan fasilitas baru, Disarpusda terus mengembangkan berbagai program literasi, mulai dari kegiatan mendongeng, read aloud, Program Bunda Literasi, hingga kolaborasi dengan komunitas literasi di Kota Cimahi. Langkah tersebut dilakukan agar perpustakaan berkembang menjadi pusat belajar, berkarya, dan berinteraksi bagi masyarakat.
Dalam rangka Hari Buku Nasional dan Hari Jadi ke-25 Kota Cimahi, Disarpusda juga menggelar lomba konten kreatif perpustakaan untuk kategori umum serta lomba fotografi bangunan bersejarah yang diikuti pelajar tingkat SMP.
“Lomba fotografi ini bertujuan mengenalkan bangunan-bangunan cagar budaya kepada generasi muda. Saat ini Kota Cimahi memiliki 12 bangunan bersejarah yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan,” kata Dyah.
Para pemenang lomba menerima trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan yang didukung oleh Bank BJB.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi berharap perpustakaan semakin menjadi pusat literasi modern yang mampu menumbuhkan budaya membaca, memperkuat karakter generasi muda, sekaligus mendorong lahirnya insan-insan kreatif yang mampu mengharumkan nama Kota Cimahi di tingkat nasional maupun internasional.
Achmad Syafei




