Klarifikasi Derektur RSUD Hariyoto Lumajang Terkait Berita Viral di Medsos

0
6

Lumajang,Gardanusantaranews,com/Direktur RSUD Dr Haryoto Lumajang turut menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya,almarhumah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan .Sehubungan dengan adanya informasi berita yang beredar di banyak, media sosial serta melalui kanal sambat bunda.(07-08-2026

Perihal mengenai pelayanan terhadap pasien, bersama ini kami menyampaikan kronologi penanganan pasien berdasarkan rekam medis, dokumentasi pelayanan, dan hasil penelusuran internal sebagai berikut

Kronologi Kejadian Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Haryoto pada pukul 00.32 WIB dengan keluhan utamanya, yang disampaikan oleh sang pasien, pusing dada berdenyut sejak sehari sebelumnya, yang disertai mual, muntah, badan lemas, serta penurunan nafsu makan. Setelah dilakukan pengecekan medis/ pemeriksaan oleh dokter jaga IGD, pasien mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi klinis dan pada saat itu juga. Berdasarkan dari hasil anamnesis dan pemeriksaan awal, tidak ditemukan riwayat ataupun tanda batuk darah.

Iklan

Kemudian Setelah melihat kondisi pasien dinilai cukup stabil, baru pasien dipindahkan ke Ruang Melati untuk menlajutkan perawatan medisnya pada sekitar pukul 03.00 WIB lalu dilakukan pemeriksaan dasar diruangan tersebut.

Selang waktu beberapa saat setelah berada di ruang perawatan, keluarganya, menyampaikan kepada petugas bahwa pasien meminta agar pasien diberikan terapi asap. 

Iklan

Menindaklanjuti permintaan tersebut, perawat segera melakukan pengkajian terhadap kondisi pasien.dari Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa saturasi oksigen pasien berada pada angka 99%, yang menandakan oksigenasi masih dalam batas normal. Perawat juga melakukan penelusuran terhadap instruksi terapi dari Dokter Jaga dan tidak ditemukan advis pemberian terapi nebulizer.

Yang perlu kami sampaikan bahwa terapi nebulizer merupakan tindakan medis yang diberikan berdasarkan indikasi klinis tertentu serta atas pertimbangan dokter. Keluhan sesak napas tidak selalu memerlukan nebulizer, karena penyebab sesak nafas dapat berbeda-beda pada setiap pasien.

Kemudian pemberian nebulizer tanpa indikasi yang sesuai tidak selalu memberikan manfaat, bahkan pada kondisi tertentu dapat berisiko memperburuk keadaan pasien.

Sekitar pukul 05.00 WIB, keluarganya kembali melaporkan kepada petugas bahwa keadaan pasien mengalami batuk darah. Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ditemukan bahwa pasien mengalami muntah darah segar, bukan batuk darah seperti yang disampaikan sebelumnya

Selanjutnya petugas segera memberikan pertolongan medis, melakukan penilaian kondisi pasien secara cepat, memasang monitor elektrokardiografi (ECG) untuk memantau aktivitas jantung. Dalam
proses penanganan tersebut, kondisi pasien mengalami penurunan, kesadaran yang sangat cepat pasien mengalami penghentian detak jantung sehingga tim medis segera melakukan tindakan pertolongan pertamanya.
Dengan melakukan pertolongan medis dengan cepat memasang monitor Elektrokardiografi( ECG )untuk memantau kondisi detak jantung pasien.segala upaya telah dilakukan sesuai prosedur.(Djk.P)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini