Lumajang – Gardanusantaranews,com/Polsek Candipuro bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menggelar rapat koordinasi persiapan pengamanan karnaval Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rapat yang berlangsung di Balai Desa Penanggal, Kamis (6/8/2026), dihadiri Camat Candipuro, Danramil Candipuro, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Penanggal, panitia pelaksana, serta sekitar 80 perwakilan peserta karnaval.
Koordinasi tersebut difokuskan untuk menyatukan persepsi seluruh pihak terkait pola pengamanan, rekayasa lalu lintas, hingga langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Kapolsek Candipuro AKP Lugito, S.H. mengatakan, pengamanan karnaval tidak hanya bertujuan menjaga kelancaran acara, tetapi juga memastikan seluruh peserta maupun masyarakat dapat menikmati perayaan secara aman, tertib, dan nyaman.
“Melalui rapat koordinasi ini kami ingin memastikan seluruh unsur memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme pelaksanaan kegiatan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga seluruh panitia dan peserta wajib mematuhi aturan yang telah disepakati,” ujar AKP Lugito.
Dalam rapat tersebut, Polsek Candipuro memberikan sejumlah penekanan kepada panitia maupun peserta. Di antaranya kewajiban mematuhi Surat Edaran Bersama Forkopimda Jawa Timur terkait penggunaan pengeras suara, batas tingkat kebisingan (desibel), serta larangan penggunaan kendaraan pengangkut sound system yang melebihi dimensi maupun kapasitas muatan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Selain itu, panitia juga diminta memastikan peserta menghormati norma sosial dan keagamaan, seperti mematikan atau mengecilkan volume sound system saat azan berkumandang, ketika melintas di depan rumah ibadah, rumah sakit, maupun rumah warga yang sedang berduka atau sakit.
Polisi juga mengingatkan agar peserta tidak mengenakan pakaian yang tidak pantas, tidak membawa atribut yang berpotensi memicu konflik, serta menghindari penggunaan minuman keras maupun membawa senjata tajam.
AKP Lugito menegaskan, pengamanan akan melibatkan personel gabungan TNI, Polri, Satlinmas, perangkat desa, dan panitia. Pengamanan dilakukan secara terbuka maupun tertutup di titik-titik strategis, mulai lokasi pemberangkatan, persimpangan jalan, panggung utama hingga garis finis.
“Kami juga meminta panitia menyediakan ambulans beserta tenaga kesehatan, menyiapkan kantong parkir, jalur alternatif bagi pengguna jalan, serta memastikan seluruh kendaraan hias memenuhi standar keselamatan. Semua ini dilakukan agar potensi gangguan dapat diminimalkan sejak awal,” katanya.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, seperti kemacetan, parkir liar, perselisihan antarpeserta, tindak kriminalitas, hingga pelanggaran penggunaan sound system.
AKP Lugito berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga ketertiban selama pelaksanaan karnaval sehingga peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan.
“Kami mengajak seluruh peserta maupun masyarakat untuk mematuhi ketentuan yang berlaku, saling menghormati, serta menjaga situasi tetap kondusif. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis pelaksanaan karnaval dapat berjalan aman, lancar, dan sukses,” pungkasnya.




