Pemerintah Kabupaten Bondowoso meluncurkan 219 Kelembagaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Bondowoso. Acara ini berlangsung di Pendopo Bupati dan dilanjutkan dengan peluncuran 80.000 KDMP secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Senin (21/07/225).
Bupati Bondowoso, H. Abdul Hamid Wahid, secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Badan Hukum kepada perwakilan koperasi, menandai dimulainya era baru bagi perekonomian desa dan kelurahan di Bondowoso.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat penting, Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, Dandim 0822 Letkol Arh. Achmad Yani, Kepala Kejaksaan Negeri Dzakiyul Fikri, dan Ketua Pengadilan Negeri Ahmad Ismail, serta jajaran dinas dan lembaga lainnya.
Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa hari ini adalah momen yang sangat bersejarah, menandai dimulainya suatu usaha besar untuk memperkuat ekonomi rakyat. Presiden Prabowo menekankan bahwa konsep KDMP adalah inisiatif vital bagi masyarakat lemah, berbeda dengan korporasi besar yang didirikan oleh mereka yang kuat.
Koperasi merupakan akses perekonomian orang lemah. Pihaknya menganalogikan koperasi dengan filosofi sebatang lidi yang rapuh sendirian, namun ketika seratus lidi bersatu, ia menjadi alat yang kuat. “Jika lidi mencapai seratus lidi bersatu akan menjadi alat yang bisa membantu Pemerintah dalam mendongkrak perekonomian di pedesaan”, ungkap Prabowo.
Sementara itu, Bupati menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar entitas bisnis, melainkan perwujudan ideologi bangsa yang berpihak kepada rakyat. Ia optimis Program KDMP di Bondowoso akan menjadi solusi atas berbagai permasalahan di desa, mulai dari akses permodalan yang terbatas, rendahnya nilai tambah produk lokal, hingga ketimpangan ekonomi.
Bupati juga menjelaskan bahwa KDMP adalah bagian integral dari pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam mencapai swasembada pangan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan pemerataan pembangunan yang dimulai dari desa. Dengan potensi pertanian dan sumber daya lokal yang melimpah, Bondowoso diyakini mampu mengembangkan koperasi yang sehat dan mandiri melalui pendekatan berbasis data dan partisipasi aktif masyarakat.
Peluncuran Koperasi merah Putih Desa/Kelurahan ini diharapkan menjadi tonggak sejarah dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaandan Kelurahan menjadikan koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Bondowoso,”pungkasnya.**




