Sejumlah Warung di Pantai Cemara Puger Kembali Dibuka Setelah Diterjang Ombak

0
65

JEMBER – Sejumlah warung di Pantai Cemara yang berada di Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, kini kembali dibuka. Warung-warung itu awal Februari kemarin diterjang ombak.

Pemandangan bambu, asbes, hingga material lainnya dari bangunan warung semi permanen yang berserakan sudah tidak ada lagi. Namun, masih ada sak yang berisi pasir di depan warung.

Sebelumnya, lokasi warung yang diterjang ombak tersebut sebagian berubah menjadi muara sungai. Namun kini kembali banyak pengunjung yang datang. Jukung untuk wisata juga telah beroperasi. Sejumlah wisatawan juga tampak menikmati liburannya.

“Sak yang di depan warung itu dipakai untuk mengurangi terjangan ombak. Karena awal bulan kemarin ada musim gelombang tinggi,” ungkap Sajib, salah satu pemilik warung di Pantai Cemara, Minggu (23/2/2025).

Sajib mengaku, setelah dihantam gelombang tinggi pada awal Februari lalu, sejumlah warung juga memilih pindah ke lokasi lebih jauh dari bibir pantai.

“Pemilik warung banyak yang mendirikan warung lagi di tempat yang jauh dari pantai,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati pada rilis 2 Februari lalu melaporkan bahwa Indonesia tengah dikepung oleh dua bibit siklon tropis aktif.

Pada waktu itu juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akibat dinamika atmosfer yang kompleks.

Sebab, awal Februari teridentifikasi dua bibit siklon tropis aktif yang berada di sekitar wilayah selatan Indonesia.

Yaitu Bibit Siklon 99S yang tumbuh di Samudra Hindia selatan Banten, dan Bibit Siklon 90S yang tumbuh di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). (red)