Lumajang – Gardanusantaranews,com/Menjelang pelaksanaan event unik ketangkasan ojek manol gabah, jajaran Polsek Candipuro bersama unsur terkait menggelar rapat koordinasi (rakor) pengamanan di Mapolsek Candipuro, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini digelar dalam rangka persiapan tasyakuran atas kepemilikan sawah milik H. Arif, warga Dusun Selorejo, Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, yang akan dimeriahkan dengan lomba ojek manol sawah.
Rakor dihadiri Kapolsek Candipuro AKP Lugito, Danramil Candipuro Kapten Inf Sumarno, Kanit Intelkam Aiptu Agek Lukianto, perwakilan Babinsa Serka Wahyudi, perwakilan Kecamatan Candipuro M. Rohim, panitia H. Arif dan Bawok, Kasun Selorejo Sucipto selaku koordinator pengamanan dan tenaga kesehatan, serta Sugeng sebagai ketua pelaksana kegiatan.
Kapolsek Candipuro AKP Lugito menegaskan pentingnya pemetaan potensi kerawanan sejak dini guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Menurutnya, sejumlah potensi gangguan harus diantisipasi, mulai dari konflik antarpenonton hingga tindak kriminalitas di area parkir.
“Melalui rakor ini kita lakukan deteksi dini terhadap potensi ambang gangguan dan gangguan nyata. Termasuk pengamanan parkir, arus lalu lintas, serta keselamatan peserta dan penonton,” ujar AKP Lugito.
Ia menjelaskan, pengamanan akan dibagi dalam beberapa zona, yakni zona lintasan, area penonton, dan area luar atau parkir. Di zona lintasan, petugas akan fokus pada keselamatan pembalap dengan memastikan tidak ada penonton yang masuk ke arena. Sementara di area penonton dilakukan pengawasan barang bawaan untuk mencegah masuknya benda berbahaya.
“Zona parkir juga menjadi perhatian serius untuk mengantisipasi kemacetan dan pencurian kendaraan. Kami akan tempatkan personel di titik-titik rawan,” imbuhnya.
Selain itu, Kapolsek juga menekankan pentingnya kesiapan panitia dalam memenuhi standar keselamatan, termasuk pemasangan pembatas lintasan, pengaturan jalur keluar masuk, serta penyediaan surat pernyataan risiko bagi peserta.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Panitia wajib memastikan arena aman, karena jika terjadi kelalaian bisa berimplikasi hukum,” tegasnya.
Dari sisi kesehatan, Koordinator Pengamanan dan Nakes, Sucipto, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Puskesmas Penanggal dan menyiapkan dua tenaga kesehatan serta satu unit ambulans yang akan disiagakan di lokasi strategis.
“Ambulans kami siapkan di titik yang mudah dijangkau untuk mempercepat proses evakuasi jika terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Sementara itu, panitia kegiatan H. Arif melalui Bawok menyatakan kesiapan penuh dalam pelaksanaan event, termasuk penyediaan fasilitas pendukung seperti tenda dan penerangan menggunakan tiga genset.
“Kami siap bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan kegiatan dan telah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis di lapangan,” ujarnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Sugeng, menambahkan bahwa lomba ojek manol sawah akan diikuti sekitar 50 peserta yang mayoritas merupakan buruh angkut padi. Mereka akan berlomba di lintasan berlumpur sepanjang 300 hingga 400 meter dengan empat putaran.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi juga ajang hiburan dan silaturahmi warga usai panen. Selain seru, kegiatan ini juga punya nilai kebersamaan,” katanya.
Event yang akan digelar pada Sabtu dan Minggu, 4–5 April 2026, pukul 10.00 hingga 16.00 WIB ini menawarkan hadiah menarik berupa kambing, uang tunai, dan trofi bagi para pemenang.
Diketahui, ojek manol sawah merupakan balapan tradisional menggunakan motor angkut gabah di medan berlumpur tanpa modifikasi khusus. Aksi para peserta yang kerap terjatuh karena licinnya lintasan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Melalui rakor ini, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat sinergi guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan sukses tanpa mengabaikan faktor keselamatan.(Djk.P)










