Nyadran Dusun meduran Ringin pitu Plemahan kediri

Kediri, –Garda Nusantaranews, com/
12/07/2026
Moment Tradisi Ziarah
Membersihkan makam/sebagai penghormatan kepada leluhur, doa bersama dan makan kenduri yg sudah disiapkan masyarakat setempat-
Masyarakat dusun Meduran desa Ringin Pitu, melaksanakan Nyadran bersama masyarakat setempat pada hari Akad Kliwon

Kasun Ringin Pitu Tommy menyatakan bahwasannya,acara Nyadran ini begitu hangat dan kompak masyarakat dusun Meduran, Acara ini adalah acara rutinan tiap tahun di bulan Syura,”jelas sang kasun.
Nyadran adalah bahasa dari sansekerta, Sraddha yang artinya keyakinan
Akulturasi antara kepercayaan Hindhu/budha dengan nilai-nillai keislaman yang sempurna.
Nyadran juga di bisa diartikan Ruwahan karena dilaksanakan di bulan ruwah,”tegas kasun Meduran

Masyarakat secara sukarela tanpa pandang bulu sudah bersedia menyiapkan berkat/ingkung untuk disajikan menghormati leluhur yang babat tanah Maduran, sehingga tidak ada paksaan dengan sukarela mendukung jalannya acara tersebut.

Masyarakat antusias- berbondong-bondong menuju kantor dusun Maduran untuk melaksanakan penghormatan nyandran di dusun Maduren desa ringin pitu kecamatan plemahan Kediri
Masyarakat dusun Maduran juga mengadakan hiburan Langen bakso dan kesenian jaranan tradisional keliling kampung dan di puncak acara adalah kesenian ludruk dan semua ini atas kesadaran dan gotong royong warga dusun Maduran untuk menghormati para leluhurnya dan bersedekah agar masyarakat dusun masuran diberi kesehatan kelancaran dan dimudahkan semua urusannya seluruh masyarakat Maduran

Kepala desa Sikus desa ringin pitu juga turut hadir lebih awal karena memberi suri teladan kepada masyarakat dusun Maduran jadi sebelum acara dimulai bapak kades sudah ready di acara nyadran/ziarah kubur kepada leluhur secara serentak satu dusun meduran dan didalam sambutannya bapak kepala desa sangat senang dengan adanya acara nyadran dan setelah acara nyadran kesenian jaran kepang keliling desa dan dimalam harinya masih ada kesenian ludruk yang sudah menjadikan tradisi selalu di adakan tiap tahunnya oleh kepala desa juga berpesan kepada masyarakat Maduran untuk semakin giat bekerja dan selalu bersedekah pada sesama.”tutupnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *