Bupati Lumajang Berikan Dukungan kepada 1,258 Jama’ah Haji Lumajang Yang Akan Berangkat

0
22

Lumajang -Gardanusantaranews, com/Moment Keberangkatan jemaah haji dari Kabupaten Lumajang tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi tidak hanya menjadi momentum ibadah, akantetapi juga sebagai landasan untuk memperkuat solidaritas sosial masyarakat.

Adapun dalam moment Pelepasan 1.258 jemaah haji bertempat di Pendopo Arya Wiraraja, pada hari Selasa (12/5/2026), juga memperlihatkan bagaimana ibadah haji menjadi ruang kebersamaan yang menyatukan keluarga, serta pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam suasana saling mendo’akan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menilai momen keberangkatan haji ini memiliki makna sosial yang besar karena menghadirkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Setiap jemaah yang berangkat membawa harapan keluarga sekaligus doa dari lingkungan sekitarnya.

“Keberangkatan haji bukan perjalanan sendiri. Di balik setiap jemaah ada keluarga yang mengantar, masyarakat yang mendoakan, dan harapan bersama agar semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, nilai penting dari ibadah haji tidak hanya terletak pada pelaksanaan rukun Islam kelima, tetapi juga pada semangat kebersamaan yang tumbuh dari proses keberangkatan hingga kepulangan.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan sosial masyarakat Lumajang masih ditopang oleh budaya saling menguatkan, menghormati, dan mendoakan satu sama lain.

Tradisi mengantar jemaah menjadi bentuk nyata hubungan sosial yang terpelihara di tengah masyarakat, di mana keberangkatan satu orang menjadi perhatian dan doa banyak orang.

Bupati menjelaskan, solidaritas seperti ini penting dijaga karena menjadi kekuatan sosial yang memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kebersamaan Mengiringi Keberangkatan 1.258 Jemaah Haji Lumajang

“Semangat saling mendo’akan ini adalah modal sosial. Ketika masyarakat masih saling peduli, saling menguatkan, itu tanda bahwa persaudaraan di daerah kita tetap kuat,” katanya.

Ia juga mengingatkan para jemaah untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah serta mengikuti arahan petugas pembimbing agar seluruh rangkaian haji dapat dijalankan dengan baik.

Selain itu, jemaah diminta menjaga sikap dan nama baik daerah selama berada di tanah suci. Menurutnya, jemaah membawa identitas Lumajang yang dikenal sebagai masyarakat religius dan menjunjung kebersamaan.

Pelepasan haji tahun ini juga menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan antarwarga. Di tengah perubahan sosial, kebersamaan seperti ini menjadi nilai yang perlu terus dirawat.

Pemerintah Kabupaten Lumajang memandang solidaritas masyarakat sebagai fondasi penting pembangunan daerah. Ketika rasa saling peduli terjaga, berbagai persoalan sosial lebih mudah dihadapi secara bersama.

Melalui pelepasan 1.258 jemaah haji, Pemkab Lumajang berharap nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian yang tumbuh dalam momen keagamaan dapat terus menguat di kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, ibadah haji tidak hanya untuk memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, namun juga untuk mempererat hubungan sosial antar warga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat kabupaten Lumajang.(Djk.P)