Wagub Jawa Timur Tinjau Jembatan Sentong Ambrol Di Nangkaan Bondowoso

0
54

BONDOWOSO – GARDANUSANTARA NEWS.COM

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak (tengah), berjalan bersama Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso saat meninjau lokasi ambrolnya Jembatan Sentong di kawasan Nangkaan, Kabupaten Bondowoso, dengan pengawalan aparat TNI, Polri, dan Satpol PP.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, meninjau langsung lokasi ambrolnya Jembatan Sentong di kawasan Nangkaan, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan ulang jembatan yang telah berusia lebih dari satu abad itu.

Dalam peninjauan tersebut, Emil didampingi KH Abdul Hamid Wahid Bupati dan As’ad Yahya Syafi’i Wakil Bupati Bondowoso,bersama jajaran Kepala Dinas BSBK, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala BPBD Bondowoso.

Di hadapan awak media dan warga sekitar, Wagub Jatim Emil menegaskan pembangunan Jembatan Sentong akan dimajukan dari jadwal semula.
Awalnya, proyek direncanakan mulai April 2026, namun akibat ambrolnya jembatan, pengerjaan dipastikan dipercepat mulai bulan ini.
Karena kondisinya sekarang sudah tidak bisa dilalui, maka prosesnya kita percepat. Targetnya bisa mulai berjalan saat Ramadan,” ujar Emil.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil inisiatif penuh dalam perencanaan, penganggaran, hingga proses pengadaan atau lelang pembangunan ulang.” Lanjut Emil

Jembatan baru nantinya akan menggunakan balok girder dengan konstruksi yang lebih kokoh dan lebar.
Lebar jembatan yang sebelumnya hanya sembilan meter akan diperluas menjadi 14
meter. Dengan spesifikasi tersebut, diharapkan daya tampung dan tingkat keselamatan jembatan meningkat signifikan.

Rencana pembangunan ulang sebenarnya telah disusun sebelumnya. Kondisi ambrolnya jembatan justru membuktikan bahwa bangunan tersebut memang sudah rapuh karena faktor usia yang diperkirakan melampaui 100 tahun.”Imbuhnya.

Ini semakin menguatkan keputusan kita untuk membangun ulang. Jadi ketika kejadian seperti sekarang ini kita bisa bergerak cepat karena tinggal penandatanganan kontrak,” jelasnya.

Dia memperkirakan proses pembangunan akan memakan waktu sekitar delapan bulan. Meski dipercepat, Emil menegaskan kualitas dan keselamatan konstruksi tetap menjadi prioritas utama.

Mutu tidak boleh dikorbankan. Kita tidak ingin tergesa-gesa tapi mengurangi kualitas. Presisi pembangunan jembatan itu sangat penting,” tegasnya.

Atas amanah Gubernur Jawa Timur, Emil bersama Bupati Bondowoso turun langsung menemui warga untuk memberikan penjelasan. Ia memastikan jembatan tersebut tidak dapat dilalui sama sekali, termasuk untuk pejalan kaki.

Ada usulan dari sebagian warga agar dibuatkan jembatan darurat dari bambu di sisi lokasi. Namun Emil menilai langkah tersebut berbahaya, terlebih area sekitar juga akan terdampak pelebaran dan proses penggalian.

Kalau hanya untuk pejalan kaki pun tetap tidak memungkinkan karena ada pekerjaan penggalian. Jadi harus ditutup total demi keselamatan,” katanya.

Ia bersyukur masyarakat dapat memahami kondisi tersebut. Meski harus menghadapi kesulitan sementara, Emil optimistis pengorbanan selama delapan bulan akan terbayar dengan hadirnya jembatan yang kokoh dan berumur panjang.

Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan ulang Jembatan Sentong sebesar Rp17,5 miliar. Emil berharap jembatan baru ini menjadi aset kebanggaan masyarakat Bondowoso hingga satu abad mendatang.

Untuk sementara waktu, masyarakat diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui jalan kabupaten. Emil mengakui terdapat sejumlah lubang di ruas tersebut, sehingga perlu perbaikan segera.
(421)