Shinta Nuriyati Wahid Buka PuasaKebangsaan di Banyuwangi

0
69

Banyuwangi – Istri Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid,Dr.(HC) Nyai Hj, Shinta Nuriya Wahid menggelar buka bersama lintas elemen bangsa di pendopo Shaba Swagata Blambangan, Banyuwangi pada Kamis (13/3/2025).Ia serukan pentingnya solidaritas kebangsaan di tengah kehidupan.

“Puasa ini tidak semata ibadah kepada Allah SWT. tapi juga menekan pentingnya solidaritas kebangsaan,” ujar perempuan kelahiran Jombang pada 1948 itu.

” Semua masyarakat tanpa pandang bulu, Suku apa saja, agama apa saja, profesi apa saja harus saling tolong menolong sebagai sesama anak bangsa,” imbuhnya di hadapan peserta pertemuan yang lintas latar belakang tersebut.

Iklan

Diantaranya tampak hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Feistiandani, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.anggota DPRD Banyuwangi Makrifatul Kamilah, Wakil Kapolresta Banyuwangi dan sejumlah perwakilan Forkopimda lainnya.

Tokoh agama lintas iman juga tampak hadir. Dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi. PCNU Banyuwangi, Muhammadiyah, LDII, Tri Dharma,FKUB, Walubi dan sejumlah perwakilan ormas keagamaan lainya

Iklan

Menariknya, buka bersama itu juga diikuti oleh para pelaku layanan publik garis depan. Seperti petugas kebersihan dan juru parkir. Berbaur bersama dengan tukang becak dan komunitas masyarakat lainnya

“Saya telah keliling lebih dari 30 tahun. Rutin tiap Ramadhan. Menyapa semua lapisan masyarakat. Bahkan, para pengamen sampai pemulung,” ujar istri Mendiang Gus Dur itu

Beberapa kali bahkan digelar di Banyuwangi. Tahun kemarin dilaksanakan di salah satu pura dan sahur bersama di desa pinggiran hutan. “Cukup sering saya di Banyuwangi.” terangnya.

Sementara, Ipuk Feistiandani mengapresiasi kehadiran Shinta Nuriyah ke Banyuwangi.” Sungguh kami sangat bahagia di Banyuwangi mendapatkan perhatian dari Bu Nyai.
Ini menjadi spirit bagi kami semua,” ungkapnya.

Banyuwangi, lanjut Ipuk, berusaha untuk memberikan pelayanan inklusif bagi semua kalangan.
Desentralisasi pelayanan publik untuk menjangkau seluruh masyarakat, digitalisasi untuk mempermudah akses hingga penguatan ketahanan sosial lainnya.

” Segmentasi perempuan dan keluarga juga menjadi perhatian kami. Kami menyiapkan ruang rindu sebagai ruang konsultasi bagi perempuan, penanganan stanting hingga ibu hamil resiko tinggi,” jelas Ipuk ( Dwipan)