PASURUAN – Pemandian Banyu Biru yang ada di Desa Sumberejo Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan, bukan sekedar tempat wisata. Lebih dari itu, tempat ini menyimpan sejarah panjang yang kaya akan legenda dan warisan budaya.
Menurut catatan sejarah, pemandian Banyu Biru telah ada sejak zaman kerajaan Majapahit. Konon tempat ini menjadi tempat pemandian para raja dan bangsawan.
Ada legenda yang menceritakan, tentang dua prajurit Majapahit, Mbah Kebut dan Mbah Tombro yang melarikan diri dari kerajaan dan menemukan sumber air ini. Mereka kemudian menetap di sekitar sumber air.
Seiring berjalannya waktu, telaga ini beralih nama menjadi Banyu Biru, yang berarti air biru dalam bahasa Jawa. Nama ini diambil oleh pengunjung dari luar negeri, yaitu biru yang jernih.
Pada masa kolonial Belanda, pemandian Banyu Biru juga menjadi tempat favorit bagi para pejabat Belanda. Mereka terpesona oleh keindahan dan kejernihan airnya.
“Banyu Biru ini airnya dari sumber, jadi ya segar. Dibuat berenang enak. Selain itu banyak ikannya dan airnya jernih juga agak dalam,” kata Salsabila, salah satu pengunjung, Sabtu (23/2/2025).
Hingga kini, pemandian Banyu Biru tetap menjadi daya tarik wisata alam. Selain keindahan alamnya, pengunjung juga bisa merasakan suasana sejarah yang sangat kental di tempat ini. Ini adalah bukti nyata kekayaan sejarah dan budaya Indonesia.
Pemandian Banyu Biru bukan hanya tempat wisata, tapi juga merupakan warisan budaya yang harus kita jaga. Mari kita lestarikan keindahan alam ini agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang. (red)


