{"id":5859,"date":"2026-02-25T12:55:27","date_gmt":"2026-02-25T05:55:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/?p=5859"},"modified":"2026-02-25T12:55:31","modified_gmt":"2026-02-25T05:55:31","slug":"terbukti-melanggar-aturan-permendikbud-sdn-01-pedurungan-memperjualbelikan-buku-kegiatan-ramadhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/index.php\/2026\/02\/25\/terbukti-melanggar-aturan-permendikbud-sdn-01-pedurungan-memperjualbelikan-buku-kegiatan-ramadhan\/","title":{"rendered":"Terbukti Melanggar Aturan Permendikbud : SDN 01 Pedurungan Memperjualbelikan Buku Kegiatan Ramadhan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Garda Nusantara | Pemalang &#8211; Sekolah Dasar Negeri 01 Pedurungan Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang di duga menjual buku ramadhan sebesar Lima Ribu Rupiah per murid menuai pertanyaan publik. Pasalnya berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 dalam pasal 34 yaitu menjamin pendidikan gratis bagi siswa pendidikan Dasar sehingga orangtua tidak perlu membayar dan seluruh kebutuhan sekolah di SD negeri sudah di bantu oleh Bantuan Operasional Sekolah ( BOS).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Undang undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pun juga mengatur bahwa Pemerintah Daerah harus mengalokasikan 20 persen dari APBD untuk pendidikan, dan sesuai dengan amanat Permendikbud No 75 Tahun 2020 (pasal 12a) mencegah pungli dan meringankan beban orangtua di sekolah negeri. Dan PP Nomor 17 Tahun 2010 (pasal 181a) tentang melarang pendidik,tenaga pendidikan,baik perorangan maupun kolektif menjual buku pelajaran,LKS,bahan ajar,perlengkapan bahan ajar,dan seragam sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Sekolah SD negeri 01 Pedurungan saat di komfermasi oleh media mengatakan benar ada penarikan biaya beli buku ramadhan sebesar Lima ribu rupiah,dan pada tahun lalu juga seperti itu dikarenakan dana BOS belum cair, itupun atas arahan dari Ketua Dabin. (Katanya).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di kesempatan yang sama perwakilan Dinas Pendidikan Fadjril Qoriati Wachyudieni, mengatakan dengan tegas terkait kasus pembelian buku Ramadhan di SDN 01 Pedurungan Kecamatan Taman di anggap sebagai perencanaan yang jelek dan melanggar aturan, adapun alasan Kepala Sekolah mengatakan dana BOS belum cair itu juga tidak dibenarkan, dana BOS cair itu tanggal 20 Januari 2026. &#8220;Ungkap Dini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan peraturan yang berlaku khusus sekolah Negeri, pihak sekolah dilarang melakukan pungutan biaya dalam bentuk apapun kepada siswa atau orang tua murid termasuk pembelian buku karena itu sudah ada anggarannya di dalam dana BOS. &#8221; Tegas Dini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dini juga menambahkan &#8221; Jika buku ramadhan diperlukan, pihak sekolah seharusnya memfasilitasi tanpa harus membebankan biaya secara wajib kepada siswa atau siswa diperbolehkan menggunakan catatan mandiri. &#8220;Tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dinas pendidikan berjanji akan mengambil tindakan tegas kepada SDN 01 Pedurungan dan setiap sekolahan yang terlibat dalam pungutan biaya tidak sah tersebut. Selasa (24\/2\/26).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(yn26)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Garda Nusantara | Pemalang &#8211; Sekolah Dasar Negeri 01 Pedurungan Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang di duga menjual buku ramadhan sebesar Lima Ribu Rupiah per murid menuai pertanyaan publik. Pasalnya berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 dalam pasal 34 yaitu menjamin pendidikan gratis bagi siswa pendidikan Dasar sehingga orangtua tidak perlu membayar dan seluruh kebutuhan sekolah<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5855,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-5859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jawa-tengah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5859"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5859\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gardanusantaranews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}